MAIN POKER ONLINE KLIK DISINI - Chip A10 Fusion yang tertanam di iPhone 7 dan iPhone 7 Plus terbaru dijanjikan memiliki kinerja lebih kencang dibanding generasi terdahulu. Tapi seberapa besar peningkatannya?
Sebuah hasil benchmark Geekbench yang dilansir oleh MacRumorsmenyebutkan bahwa duo iPhone baru tersebut mencetak skor CPU sebesar 3.450 poin untuk pengujian single core dan 5.630 poin untuk uji multi-core.
Angka tersebut, sebagaimana dirangkum oleh KompasTekno, Jumat (16/9/2016) lebih tinggi dibandingkan skor laptop tipis MacBook Airyang juga dibuat oleh Apple.
Model MacBook Air awal 2015 yang ditenagai prosesor Intel seri Core i7, misalnya, mencatat skor multi-core 5.650 poin dan skor single core2.989 poin, menyerupai bahkan lebih rendah dibandingkan duo iPhone 7 yang catatan hasil benchmark-nya mampu menyamai MacBook Pro model awal 2013 dengan prosesor Core i5.
Geekbench adalah software benchmark cross-platform yang hanya berfokus pada pengujian kinerja prosesor dan memori. Oleh karena itu, skor sebuah perangkat bisa langsung dibandingkan dengan perangkat lain walaupun berbeda jenis.
Tentu, kalaupun kinerjanya memang lebih tinggi, iPhone 7 tak bisa serta merta menggantikan fungsi laptop karena platform yang digunakannya (iOS) memang berbeda dibandingkan MacBook (Mac OS). Performa bukan satu-satunya faktor yang menentukan kegunaan sebuah perangkat.
Meski demikian, hasil benchmark di atas setidaknya bisa memberikan gambaran mengenai kemajuan teknologi chip mobile rancangan Apple yang berbasis arsitektur ARM, dibanding lini laptop buatannya yang menggunakan chip Intel.
A10 Fusion sendiri merupakan chip quad-core dengan dua inti berkecepatan tinggi dan dua inti hemat daya yang bekerja secara bergantian, tergantung besarnya beban pemrosesan ponsel. Kinerja CPU chip ini diklaim 40 persen lebih tinggi dibanding chip A9 pendahulunya.



No comments:
Post a Comment